Sudah biasa bagiku untuk melihat tembok depan . Memang dia tak bisa bicara. Namun ketegunan yang membuatku berpikir. Begitu banyak yang ia simpan. mulai dari coretan komersil sang ahli. atau yang biasa kita kenal dengan tukang cat. hingga coretan ku dan kini anakku. Wahai tembok, sudah 30 tahun engkau berdiri. sunyi atau penat kau tak peduli. Tapi bagaimanpun jua , kau lah inspirasiku. Inspirasiku buat mnarikan jariku tuk buat puisi tau cerpen or novel. Thank God ,You'v established this wall
Senja tak bisakah kau kesana
Memanggil mentari
Mengulang pagi tadi
Saat dunia berseri
Itulah pintaku tiap ia memanggil rembulan ....
Rembulan, pergilah kau berkaca
Lihat lah rona pipimu
Kau tampak temaram
Meskipun alihkan muram
Fin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar